Covid19

Vaksin juga bisa berisi bagian dari mikroorganisme yang bisa merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali mikroorganisme tersebut. Kalaupun seseorang yang sudah divaksin tertular COVID-19, vaksin bisa mencegah terjadinya gejala yang berat dan komplikasi. Dengan begitu, jumlah orang yang sakit atau meninggal karena COVID-19 akan menurun. Seperti yang disebutkan sebelumnya, vaksin COVID-19 dapat memicu sistem imunitas tubuh untuk melawan virus Corona. “Sampai kita dapat mengatasi pandemi ini, kita masih harus mengikuti protokol kesehatan,” ujar Abunasser.

Vaksin dapat menangani Covid

Pada tahap pertama pelaksanaan vaksinasi free of charge, pemerintah menempatkan tenaga kesehatan yang bertugas sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 menjadi prioritas pertama yang bakal memperoleh vaksin tersebut. Setelahnya vaksin akan diberikan kepada para tenaga publik dan diikuti dengan masyarakat umum. Untuk itu selama belum tercapai kekebalan komunitas atau herd immunity, maka pencegahan paling efektif adalah kepatuhan protokol kesehatan oleh seluruh individu. Tetap pakai masker yang benar, jaga jarak hindari kerumunan, dan rajin mencuci tangan.

Tak berapa lama kemudian ia screening dan ukur tensi lagi, ternyata masih cukup tinggi sehingga tidak boleh divaksin. Setelah itu, ia langsung beristirahat di sebuah ruangan dan tertidur sebentar dan langsung melakukan screening lagi sehingga dapat masuk ke dalam kategori orang yang dapat menerima suntik vaksin . Sementara itu, pemerintah tidak boleh sekadar mengandalkan vaksin dan beranggapan bahwa vaksinasi dapat mengatasi seluruh masalah di pandemi.

Selanjutnya, tenaga kesehatan penerima vaksinasi diminta mengirimkan enam angka terakhir nomor induk kependudukan untuk mendaftar dan tenaga kesehatan akan menerima konfirmasi lokasi vaksinasi. Saat ini Pemerintah Indonesia melalui Kemlu sedang berperan aktif melakukan diplomasi vaksin untuk penanganan covid-19 di Indonesia. Hal tersebut dilakukan karena jatah vaksin yang dijamin oleh World Health Organization hanya berkisar 20% dari complete populasi Indonesia.

Dari sisi anggaran, pemerintah Indonesia mengalokasikan dana sebesar Rp 35,1 triliun untuk program vaksinasi dan pengadaan vaksin pada tahun 2020. Pada tahun 2021, whole anggaran kesehatan mencapai Rp 169,7 triliun, dengan Rp 60,5 triliun dialokasikan khusus untuk pengadaan vaksin dan penanganan Covid-19. tirto.id – Vaksin bukanlah obat untuk menyembuhkan orang yang terpapar virus COVID-19, tapi program vaksinasi yang sedang dilancarkan pemerintah amat penting dalam upaya mengakhiri pandemi Corona. Antigen COVID-19 pertama dipetakan dalam beberapa jam setelah genom virus corona dipublikasikan pada 31 Januari 2020 oleh Institut Pasteur, Prancis. Demikian pula waktu pengembangan vaksin lain yang lebih tradisional dapat dipercepat dengan menggali informasi dari virus terkait seperti antigen virus SARS, Mers, dan virus corona.