Dpr Minta Pemerintah Untuk Atasi Embargo Vaksin Covid

Dari sampling swab massal di beberapa beberapa tempat keramaian masih ditemukan kasus positif Covid-19. “Hal ini menunjukkan virus Covid-19 masih ada diantara warga Kota Pontianak,” imbuhnya. Sampai saat ini dari goal 1.500 personel sudah sekitar 900 yang hadir atau 60 persen.

Hal ini karena, banyak masyarakat yang terdistorsi dari informasi yang berdampak terhadap respon skeptic dari upaya yang sedang dilakukan oleh Pemerintah hari ini. Jangan sampai kemudian ini menjadi hambatan besar dalam penanganan covid-19. Selain bertujuan untuk melindungi diri sendiri, vaksinasi juga dapat melindungi komunitas dan membentuk kekebalan kelompok. Beberapa orang dengan kondisi kesehatan yang buruk serta sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena HIV, atau karena alergi, tidak dapat divaksin. Mereka dapat terlindungi dari infeksi patogen ketika hidup di tengah mereka yang telah divaksin karena patogen kesulitan untuk menyebar. Semakin banyak orang yang divaksin, semakin kecil risiko penyebaran suatu penyakit karena patogen.

Salah satu faktornya, pemerintah menggalakkan program vaksinasi COVID-19 yang membuat anak muda semakin percaya atas mengendalikan pandemi. Selain melaksankaan vaksinasi yang dosisnya telah diberikan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah juga perlu memunculkan terobosan dan konsep yang dapat memudahkan implementasi kebijakan tersebut. Dalam program vaksinasi Covid-19 misalnya, pemerintah daerah dituntut untuk lebih mengedepankan kreativitas dalam menjalankan kebijakan. Palembang, INDONEWS.ID – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, dalam berbagai kesempatan kerap menyinggung soal inovasi dan terobosan Pemerintah Daerah dalam program vaksinasi Covid-19 dan upaya menangani pandemi. Kondisi keuangan daerah juga tidak terlepas dari adanya pemotongan DAU pusat yang dilakukan oleh kementerian untuk alokasi penanganan pandemi Covid-19 sebesar eight persen.

Setelah pengujian selesai, ilmuwan dan sukarelawan baru diberitahu, siapa yang menerima vaksin, siapa yang menerima produk pembanding atau plasebo. Vaksin dikembangkan sejak berpuluh tahun yang lalu melalui berbagai tahap pengujian mulai dari eksplorasi, uji praklinik, hingga uji klinik yang memakan waktu bertahun-tahun untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Vaksin dipindahkan ke dalam suntikan saat digelar rangkaian simulasi pemberian vaksin anti Covid 19 di Puskesmas Tapos, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10/2020). Simulasi ini bertujuan untuk menyiapkan infrastruktur puskesmas yang ditunjuk sebagai pelayanan pemberian vaksin tersebut. Pengencer digunakan untuk mengencerkan vaksin dalam konsentrasi yang tepat sebelum digunakan. Spanduk sosialisasi tentang vaksin terpasang di Jalan Abdul Muis, Jakarta, Senin (23/11/2020).

Vaksin dapat menangani Covid

Selanjutnya, kelompok pekerja yang merupakan kelompok usia produktif dan berkontribusi dalam sektor perekonomian serta pendidikan. “Pelaksanaannya belum dikasih tahu, karena ini kita baru diminta datanya dulu agar 1,2 juta masyarakat itu terdata dulu,” kata Ade Yasin. Ade merincikan, mereka yang akan diprioritaskan untuk mendapat vaksin Covid-19 adalah tenaga kesehatan, Polri, TNI, pegawai, guru, dan masyarakat yang paling banyak terdampak di zona merah. Pakar Epidemiologi UI, dr Pandu Riono, mempertanyakan kiriman vaksin Covid-19 oleh pemerintah yang ditargetkan akan mulai digunakan November 2020.

Di kesempatan itu, Amsakar meminta masyarakat tidak mengembangkan narasi-narasi menyimpang tentang vaksin ini. Ia mengaku, pemerintah sangat berhati-hati sebelum memutuskan untuk mendatangkan vaksin tersebut. Sudah seharusnya masyarakat yakin bahwa vaksin yang akan disuntikkan membawa khasiat dalam mencegah terinfeksi virus Covid-19. Keberhasilan percepatan vaksinasi di Jateng itu bahkan menjadi perhatian pemerintah pusat. Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat diketahui bahwa kita tidak akan kebal terhadap virus selamanya karena antibodi yang telah diproduksi dapat menghilang/ melemah setelah jangka waktu tertentu.

Loss