Ini Mengapa Ada Perbedaan Pendapat Tentang Kehalalan Vaksin Astrazeneca

KH. Hasan Mutawakkil mengatakan bahwa presiden telah bertemu dengan kyai sepuh dan presiden langsung mendengarkan pendapat dan respon dari para romo kyai, dan para pengasuh pondok pesantren terkait vaksinasi. Hasilnya, kata Hasan, vaksin asal Inggris ini dinyatakan halal dan thayyiban sehingga dapat disuntikan ke masyarakat. AstraZeneca menyebut, Badan Otoritas Produk Obat dan Kesehatan Inggris telah mengkonfirmasi vaksin vektor virus AstraZeneca tidak mengandung produk berasal dari hewan.

Vaksin buatan Sinopharm berpeluang lebih menguntungkan untuk memvaksinasi sebagian besar populasi di negara berkembang dibanidngkan vaksin lain yang dikembangkan negara-negara Barat. Sementara dari sisi kesehatan, diplomasi bekerja untuk memperlancar ketersediaan alat diagnostic, therapeutic, dan vaksin untuk keperluan masyarakat Indonesia, lanjutnya. “Badan POM juga sudah mendampingi ekspansi kapasitas produksi dari Bio Farma untuk nanti kita bisa melakukan tahapan pengembangan vaksin di Indonesia. Jadi, kedepannya kita tidak hanya membeli produk yang sudah jadi dari luar negeri, tetapi juga bisa memproduksi sendiri di didalam negeri” , ujar Penny. “Hingga sejauh ini yang kita terima laporan kecil dibandingkan jumlah orang yang telah divaksinasi. Meski kecil kami tetap tindak lanjuti dengan melakukan pengkajian,” ujar dr Ellen.

“Tentunya kita akan segera mempersiapkan hal-hal yang terkait dengan kemasan dan persiapan untuk distribusi sehingga kita dapat mempercepat program vaksinasi ini kembali,” ujarnya. “Kemenkes selaku pelaksana program vaksinasi Covid-19 akan mulai melaksanakan distribusi vaksin AstraZeneca paling lambat Senin depan,” ucap dia. Keamanan vaksin ditandai dengan adanya persetujuan penggunaan darurat dari Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization dan Badan Pengawas Obat dan Makanan .

Vaksin Astrazeneca berasal darimana

Indonesia menggunakan dua varian vaksin Covid-19 yakni Sinovac yang berasal dari China dan Oxford-AstraZeneca dari Inggris. Keputusan penangguhan itu diambil walaupun Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengimbau agar negara-negara tersebut tidak menghentikan program vaksinasi mereka. Keputusan tersebut dilakukan setelah adanya rekomendasi dari komite penasihat vaksin untuk menghentikan penyuntikan ke warga dengan usia di bawah fifty five tahun. Orang tua menghadapi risiko lebih besar untuk dirawat di rumah sakit dan kematian akibat Covid-19.

Menurut WHO, Lebih dari 10 juta orang di Inggris telah menerima vaksin—tanpa bukti bahwa mereka mengalami efek samping serius terkait dengan suntikan itu. Dari hasil uji klinis di Bandung, ditemukan efek samping dari vaksin Sinovac adalah ringan hingga sedang. Kabar mengenai perkembangan vaksin virus corona yang mendekati final membawa angin segar bagi banyak orang. Diharapkan, vaksin-vaksin tersebut dapat segera diselesaikan dan didistribusikan, untuk mengatasi pandemi corona. Pengiriman pertama itu akan berisi satu juta dosis vaksin AstraZeneca dari Institut Serum India. Iran tengah menunggu ketibaan 4,2 juta dosis vaksin AstraZeneca, yang lebih dari tiga juta dosisnya dibuat di Korea Selatan.