Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi

Di Mumbai, India, cendekiawan Muslim mengatakan bahwa vaksin apapun dengan gelatin babi tidak diizinkan bagi Muslim di bawah hukum Islam. “Akan tetapi terkait kebolehan penggunaannya, ini sangat terkait dengan keputusan mengenai aspek keamanan, kualitas, dan efficacy BPOM. Fatwa utuhnya akan disampaikan setelah BPOM menyampaikan mengenai aspek keamanan untuk digunakan, apakah aman atau tidak,” ujarnya.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Vaksin Covid-19 yang telah disetujui saat ini disambut dengan tanggapan yang beragam dari komunitas teologi Islam, asosiasi halal dan para pakar farmasi halal. Berbagai pihak, termasuk di negara-negara mayoritas Muslim, mempertanyakan tentang kehalalan vaksin tersebut, terlepas dari persetujuan pemerintah. “Setelah diskusi yang panjang dari tim auditor kami menyepakati vaksin covid-19 yang diproduksi Sinovac yang diajukan PT Bio Farma hukumnya suci dan halal,” kata ketua MUI Asrorun Niam, Jakarta, Jumat, eight Januari 2021. Dengan dikeluarkannya fatwa halal terhadap vaksin Covid-19, Azhar mengimbau masyarakat untuk tidak ragu dan tidak terpengaruh dengan informasi yang bersifat provokatif. Senada, epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair Atoillah Isfandi mengatakan, secara sederhana ada tiga hal yang menjadi pertimbangan haramnya suatu vaksin. ”Jadi, hukum haram tidak hanya dipandang dari kandungan bendanya, tetapi juga pada proses maupun manfaatnya,” terangnya.

Tidak jelas apakah vaksin yang dikembangkan oleh Moderna dan China National Pharmaceutical Group mengandung komponen haram. Sementara pemerintah Singapura telah mengizinkan vaksin Pfizer-BioNTech untuk digunakan di negara tersebut. Ia menambahkan, sulit untuk membuat vaksin halal karena media kultur atau enzim perlu diubah. Jika dilakukan dari awal, dengan tujuan sertifikasi halal, hal itu menurutnya akan lebih mudah berkembang. Dua sertifikasi dan EUA itu bagi umat Islam dan masyarakat menjadi penting untuk memenuhi persyaratan produk yang halal nan baik . MUI, lanjut dia, bertanggung jawab kepada masyarakat untuk memastikan kehalalan vaksin tersebut.

Apakah vaksin covid halal

Vaksin COVID-19 diharapkan menjadi penentu dalam mengatasi pandemi COVID-19 ini, dan seluruh negara di dunia sedang melakukan upaya yang sama. Di sisi lain, permintaan sertifikasi halal untuk produk dan perusahaan disebut telah mengalami peningkatan. Berdasarkan information tahun 2018 sampai 2020, tercatat jumlah produk bersertifikasi halal di MUI Pusat meningkat. Di lain hal, MYEG Malaysia telah menandatangani kesepakatan dengan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutival China untuk melakukan uji klinis Tahap 3 di Malaysia dan untuk mendapatkan sertifikasi halal, berdasarkan standar DSM Malaysia.

Sehingga masyarakat tidak harus ragu dan khawatir pada vaksin Sinovac yang dibuat negara China ini. Banyak negara lain seperti Singapura, Chili, Filipina, Turki, dan Brasil yang juga memesan vaksin Sinovac. “Jadi, berita yang beredar jika Indonesia merupakan kelinci percobaan untuk vaksin Sinovac merupakan hoax,” tandasnya. Pertimbangan lain dibolehkannya penggunaan vaksin tersebut karena ketersediaan vaksin COVID-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 guna ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok .